LANJUTAN BUDIDAYA JAMUR

Salah satu warga desa banyuresmi telah membudi dayakan jamur tiram putih selama 4 tahun Asep Ali Aminulloh (27) namanya. Awal mula mendirikan usaha budidaya jamur tiram pada tahun 2013 dari ketertarikan melihat suplier jamur, dulu petani ini bekerja di perusahaan swasta sebelum memulai usahanya tersebut dan memutuskan untuk mempelajari cara budidaya jamur tiram di daerah Salawu selama satu bulan dan sampai sekarang usaha budidaya jamur tiram berjalan dengan lancar meskipun banyak kendala yang dihadapi dengan modal awal 6juta digunakan untuk kumbung (saung), modal utama (bahan baku), berikut upah kerja. Bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi antara lain bibit jamur, serbuk gergaji, kapur, dedak, air, plastik untuk membungkus dan cincin untuk keluar lobang jamur.

Proses pengepakan log jamur

Alat yang digunakan pengayak, mesin pengaduk dan drum untuk mengukus dengan menggunakan semawar. kumbung untuk menyimpan log jamur yang sudah memutih.

Log jamur yang sudah memutih siap dipindahkan ke kumbung

Jamur tiram coklat yang sudah siap panen

Selain keuntungan finansial yang didapat petani juga dapat memberdayakan masyarakat sekitar untuk menjadi mitra petani jamur

Petani ini bisanya menjual jamurnya langsung kepasar tanpa melalui pengepul, selain menjual hasil jamur segar secara langsung petani ini juga biasanya menjual log jamur tiram yang siap panen ke petani-petani lain dengan metode ini meringkan petani lain dari resiko kegagalan karena log yang dijual sudah siap berbuah dengan harga Rp.2100 per log, kadang-kadang jika nhasil panen jamur melimpah petani ini menjual nproduk nolahan jamur seperti Jamur Crispy, Kerupuk Jamur.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan